Tulisan berikut tentang tips dan cara pitching yang baik ke potensial investor untuk mendapatkan pendanaan. Baik pendanaan untuk seed atau round series. Tips ini saya kumpulkan setelah melihat puluhan episode dari Shark Tank.
Bagi yang tidak tahu apa itu Shark Shark Tank, itu adalah TV show yang banyak diminati di Amerika. Intinya adalah di Shark Tank tersebut adalah acara pitching untuk entrepreneur Amerika untuk mendapatkan investasi dari para investor kakap Amerika. 5 investor kaya di Amerika yang bersedia menginvestasikan uang mereka sendiri ke entrepreneur yang mereka anggap layak. Acara ini sebenernya bertujuan untuk meningkatkan semangat entrepreneurship di amerika dan membuka lapangan pekerjaan di Amerika. Bagus sekali kan?
OK, cukup deskripsi tentang Shark Tank. Berikut tips untuk pitching ke potensial investor:
Bagi yang tidak tahu apa itu Shark Shark Tank, itu adalah TV show yang banyak diminati di Amerika. Intinya adalah di Shark Tank tersebut adalah acara pitching untuk entrepreneur Amerika untuk mendapatkan investasi dari para investor kakap Amerika. 5 investor kaya di Amerika yang bersedia menginvestasikan uang mereka sendiri ke entrepreneur yang mereka anggap layak. Acara ini sebenernya bertujuan untuk meningkatkan semangat entrepreneurship di amerika dan membuka lapangan pekerjaan di Amerika. Bagus sekali kan?
OK, cukup deskripsi tentang Shark Tank. Berikut tips untuk pitching ke potensial investor:
- Pastikan Anda tau apa masalah yang diselesaikan oleh produk atau servis Anda. Masalah itu harus benar-benar ada dan dialami oleh banyak orang. Kalau bisa semua orang punya masalah ini.
- Dukung masalah yang Anda selesaikan itu dengan data. Cari data yang valid. Misal. 60% penduduk indonesia punya masalah dengan ini. Data bisa dicari di internet dari lembaga riset dan survey.
- Masalah yang terdefinisi dengan bagus juga menunjukkan target pangsa pasar dari produk Anda. Sangat bagus bisa mengetahui berapa besaran market yang Anda inginkan berdasarkan data yang valid.
- Pastikan tidak ada atau paling tidak sangat sedikit sekali kompetitor di pasar yang melakukan hal yang sama.
- Kalau ada kompetitor, cari tau apa kelemahan dari kompetitor tersebut yang bener-bener dikeluhkan oleh penggunanya. pastikan kelemahan tersebut tidak ada di produk Anda atau pengguna produk Anda tidak akan mengeluhkan hal yang sama.
- Pastikan solusi, produk atau servis yang Anda tawarkan itu mudah dipahami, mudah digunakan dan memiliki harga yang terjangkau oleh orang yang menjadi target Anda.
- Lakukan penjajakan dengan melakukan penjualan. Langkah ini sangat penting untuk mengetahui apakah Anda bisa menghasilkan uang dari produk atau servis Anda. Karena seringkali dalam Shark Tank ide yang dianggap paling aneh dan tidak masuk akalpun akan terlihat sangat masuk akal jika penjualannya sangat bagus.
- Sangat penting membuat barrier/penghalang bagi kompetitor untuk meng-copy karya anda. Di amerika ada yang namanya provisional paten, utility patent dan sebaginya yang mempermudah dan mempermurah entrepreneur dan penemu mematenkan produknya. tapi paten bukan satu-satunya barrier. Bisa juga misal dengan melakukan kontrak eksklusif dengan perusahaan retail atau customer yang sangat berpengaruh di pasar.
- Sebisa mungkin Anda harus ada omset/revenue. Paling jelek purchase order. Jangan hanya maju ke investor dengan menunjukkan hasil survey bahwa banyak yang berminat atau hasil pengukuran lainnya. Karena tanpa omset kemungkinan dapet investasi cukup kecil. Hasil yang paling meyakinkan mereka adalah omset dan laba bersih. Pastikan kedua angka ini cukup besar sehingga menarik buat investor.
- Dari nilai omset dan laba bersih tersebut buat perkiraan nilai dari perusahaan tersebut.Tidak ada rumus baku untuk ini. Nilai perusahaan ini sangat tergantung pada jumlah penjualan dan laba bersih Anda. Besarnya market, kompetitor dan sebaginya. Untuk startup memang susah menentukan nilai perusahaan. Tapi melihat nilai perusahaan dari kompetitor dan nilai penjualan mereka bisa memberi gambaran berapa nilai perusahaan Anda saat ini.
- Tentukan berapa persen saham yang akan anda berikan dan berapa nilai investasi yang Anda harapkan.
- Anda harus punya rencana yang masuk akal dan feasible dengan uang investasi yang akan Anda terima. Apa yang akan Anda lakukan dengan uang investasi tersebut.
- Jangan pernah memberikan diatas 49% nilai perusahaan Anda kepada investor. Bahkan maksimal persentase yang Anda berikan haruslah dibawah 40%. Hal ini untuk mencegah investor mengambil alih usaha Anda dan untuk jaga-jaga Anda harus mencari investor lagi di kemudian hari. Anda harus tetap menjadi pemegang saham mayoritas.
- Usahakan mendapatkan lebih dari satu investor sehingga koneksi Anda dan bantuan yang Anda dapatkan lebih besar. bantuan disini tidak selalu dalam segi uang tapi juga mentoring, networking, dsbnya.
- Selalu, selalu, selalu negosiasi. Jangan pernah menerima begitu saja tawaran pertama dari investor. Cari alasan untuk bernegosiasi. Cari argumen untuk memperbesar nilai uang investasi dari investor dan memperkecil persentase saham yang dimiliki oleh investor. Tidak ada salahnya meng-counter balik penawaran investor sampai ditemukan titik temu.
- Jika sudah ditemukan titik temu segera deal dengan investor. jangan pernah mundur atau tampak ragu setelah ada titik temu. karena hal itu menunjukkan etika Anda yang kurang baik.
Demikian tips untuk pitching. Semoga bermanfaat.


